Hasil Liga Europa: Diwarnai Dua Gol di Masa Kritis, Slavia Praha Buyarkan Kemenangan Arsenal

DominoQQ - Arsenal ditahan imbang Slavia Praha dengan skor 1-1 dalam duel leg pertama perempat final Liga Europa 2020/2021, Emirates Stadium, Jumat (9/4/2021) dini hari WIB.

Pertandingan dimulai dan Arsenal langsung mencoba menekan Slavia Praha. 10 menit pertama berjalan intens, kedua tim sama-sama agresif.

Peluang pertama tercipta di menit ke-15 untuk Slavia Praha. Sepakan Provod dari luar kotak penalti masih melambung.

Menit ke-30, Saka mendapatkan peluang terbaiknya dalam kondisi satu lawan satu. Nahas sepakannya masih melebar.

Arsenal lebih banyak membawa bola, tapi tidak bisa menciptakan peluang matang. Slavia fokus bertahan dan menunggu kesempatan serangan balik.

Menit ke-39 sempat terjadi kemelut yang dimulai dengan tendangan bebas Lacazette. Namun hingga babak pertama bubar, Arsenal masih belum sanggup mencetak gol ke gawang Slavia Praha.

Babak II

Pertandingan dimulai kembali dan Arsenal langsung menggebrak. Menit ke-49, tendangan bebas Willian masih membentur tiang.

Slavia Praha tampil jauh lebih berani di babak kedua. Giliran Arsenal yang tertekan karena membiarkan lawan membawa bola.

Menit ke-62, Lacazette membuang peluang matang dalam kondisi satu lawan satu dengan kiper lawan. Sepakannya masih membentur tiang.

Tepat ketika Arsenal mulai tampak frustrasi, Nicolas Pepe muncul jadi pahlawan. Berawal dari gebrakan serangan balik, Pepe berlari kencang di sisi kanan dan mengecoh kiper lawan dengan sepakan ke tiang jauh. Gol! Arsenal 1-0 Slavia Praha di menit ke-86.

Nahas, kemenangan yang sudah di depan mata Sirna. Arsenal kebobolan melalui skema tendangan sudut dalam peluang terakhir tim tamu. Gol! Arsenal 1-1 Slavia Praha di menit ke-90+3.

Gol ini sekaligus mengakhiri pertandingan. Wasit pun meniup peluit panjang. Skor 1-1 imbang bagi kedua tim.

Susunan Pemain

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno; Hector Bellerin, Rob Holding, Gabriel Magalhaes, Cedric Soares; Thomas Partey (78' Mohamed Elneny), Granit Xhaka; Bukayo Saka (78' Nicolas Pepe), Emile Smith Rowe (89' Daniel Ceballos), Willian (73' Gabriel Martinelli); Alexandre Lacazette (78' Pierre-Emerick Aubameyang).
Slavia Praha (4-3-3): Ondrej Kolar; Alexander Bah, Tomas Holes, David Zima, Jan Boril; Nicolae Stanciu (84' Lukas Masopust), Jakub Hromada (46' Petr Sevcik), Lukas Provod; Oscar Dorley (69' Ondrej Lingr), Abdallah Dipo Sima (69' Jan Kuchta), Peter Olayinka (85' Ibrahim Traore).



Daftar Klub yang Lolos ke 16 Besar Liga Eropa 2020-2021

ElangQQSEBANYAK 16 pertandingan leg II babak 32 besar Liga Eropa rampung digelar pada Jumat (26/2/2021) dini hari WIB. Tim-tim yang lolos ke babak 16 besar Liga Eropa pun telah diketahui, tetapi terdapat sedikit kejutan.

Kejutannya adalah tim-tim kuat, seperti Napoli, Hoffenheim, Leicester City, dan Bayer Leverkusen, harus angkat kaki dari kompetisi kasta kedua Eropa. Tim-tim tersebut gagal memanfaatkan status tuan rumah pada leg II untuk mendapatkan tiket babak 16 besar.

Napoli gugur di tangan klub Spanyol, Granada. Partenopei -julukan Napoli- Kalah 0-2 pada leg I sehingga butuh kemenangan 3-0 untuk lolos ke babak selanjutnya.

Napoli memenangkan pertandingan itu, tetapi dengan skor 2-1. Alhasil, Napoli pun gugur karena kalah agregat 2-3 dari Granada yang baru pertama kali berkompetisi di Eropa.

Langkah Napoli diikuti oleh Hoffeinheim yang tersungkur di kandang sendiri karena kalah 0-2 dari Molde. Hoffeinheim menyia-nyiakan hasil imbang 3-3 yang mereka raih pada leg I.

Sementara itu, Leicester City menapaki jalannya yang sama dengan Hoffenheim. The Foxes -julukan Leicester- kalah 0-2 dari Slavia Praha setelah meraih hasil imbang 0-0 pada leg I. Langkah Leicester pun terhenti pada babak 32 besar.

Nasib lebih parah diterima Leverkusen yang dibantai 0-3 oleh Young Boys di kandang sendiri. Leverkusen kalah agregat 3-6 dari Young Boys yang di atas kertas lebih lemah daripada mereka.

Namun, tim-tim besar, seperti Tottenham Hotspur, AC Milan, Manchester United, Arsenal, dan AS Roma, melenggang ke babak 16 besar. Meski tidak semua dari tim-tim itu meraih kemenangan pada leg II, mereka mampu mengamankan tempat di babak selanjutnya.

Selain tim-tim besar tersebut, Glasgow Rangers-nya Steven Gerrard juga lolos ke babak 16 besar. Glasgow Rangers, yang belum kalah di Liga Eropa musim ini, menyingkirkan Antwerp dengan agregat mencolok, yaitu 9-5. Glasgow Rangers merupakan kuda hitam di Liga Eropa musim ini.

Berikut tim-tim yang lolos ke babak 16 besar Liga Eropa musim ini:

  • Tottenham Hotspur
  • Ajax Amsterdam
  • Granada
  • Shakhtar Donetsk
  • Glasgow Rangers
  • Arsenal
  • Molde
  • Villarreal
  • Slavia Praha
  • AC Milan
  • Dynamo Kiev
  • Manchester United
  • AS Roma
  • Young Boys
  • Dinamo Zagreb
  • PSV Eindhoven


Panen Kartu Merah, Sembilan Pemain Arsenal Takluk di Kandang Wolverhampton



ElangQQArsenal melawan Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Inggris 2020-2021. Pertandingan itu berlangsung di kandang Wolverhampton, Stadion Molineux, Rabu (3/2/2021) dini hari WIB.

The Gunners -julukan Arsenal- mengusung misi balas dendam karena kalah pada pertemuan pertama di Stadion Emirates. Akan tetapi, Arsenal justru kembali takluk oleh Wolverhampton dengan skor 1-2. Arsenal tidak mampu membalaskan dendam karena bermain dengan sembilan orang setelah David Luiz dan Bernd Leno menerima kartu merah.

Jalannya Pertandingan

Arsenal memulai pertandingan dengan baik. Bukayo Saka hampir membawa Arsenal unggul jika sepakannya pada menit pertama tidak mengenai tiang gawang Wolverhampton.

Saka bahkan mencetak gol selang delapan menit kemudian dengan memaksimalkan umpan Alexandre Lacazette. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena Lacazette lebih dulu terjebak offside. Akan tetapi, Arsenal akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-32 melalui aksi individu Nicolas Pepe.

Setelah Arsenal unggul, Wolverhampton mulai agresif untuk menyamakan kedudukan. Arsenal meladeni permainan terbuka Wolverhampton sehingga jual beli serangan pun terjadi dalam pertandingan tersebut.

Ketika babak pertama akan berakhir, David Luiz melanggar Willian Jose di kotak terlarang. Wolverhampton pun mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Ruben Neves.

Kehilangan satu pemain membuat Arsenal kesulitan untuk mengimbangi permainan Wolves -julukan Wolverhampton- pada babak kedua. Arsenal bahkan tertinggal 1-2 pada menit ke-49 setelah Joao Moutinho mencetak gol indah dari jarak cukup jauh.

Penderitaan Arsenal bertambah saat Bernd Leno pun diusir wasit pada menit ke-72. Leno menerima kartu merah karena memegang bola di luar kotak penalti demi menggagalkan peluang Wolves untuk mencetak gol.
Arsenal tidak bisa berbuat banyak setelah bermain dengan sembilan orang. Pasukan Mikel Arteta pun takluk dengan skor tipis 1-2 di kandang Wolves.

Berikut susunan pemain Wolverhampton vs Arsenal:

Wolverhampton (4-2-3-1): Rui Patricio; Nelson Semedo, Conor Coady, Willy Boly, Max Kilman; Ruben Neves, Joao Moutinho; Adama Traore, Daniel Podence, Pedro Neto; Willian Jose.

Cadangan: Owen Otasowie, Fabio Silva, Lewis Richards, Morgan Gibbs-White, Leander Dendoncker, Ki-Jana Hoever, Vitinha, John Ruddy.

Pelatih: Nuno Espirito Santo

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno; Hector Bellerin, Rob Holding, David Luiz, Cedric Soares; Thomas Partey, Granit Xhaka; Bukayo Saka, Emile Smith Rowe, Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette.

Cadangan: Runar Alex Runarsson, Willian, Martin Odegaard, Gabriel Martinelli, Calum Chambers, Pierre-Emerick Aubameyang, Gabriel, Mohamed Elneny, Dani Ceballos.

Pelatih: Mikel Arteta




Banyak Peluang, Arsenal vs Man United Berakhir 0-0



ElangQQ Peluang demi peluang tercipta sepanjang 90 menit laga pekan 21 Liga Inggris 2020-2021 antara Arsenal vs Manchester United di Stadion Emirates, Minggu (31/1/2021) dini hari WIB. Sayangnya, kedua kesebelasan tak mampu memanfaatkan dengan baik. Skor 0-0 pun tercipta di akhir laga.

Jalannya Pertandingan
Babak Pertama

Laga dimulai dengan lambat. Kedua kesebelasan tampak berhati-hati membaca arah serangan lawan. Akibatnya, minim peluang hingga 10 menit pertama. Kans baru diciptakan Alexandre Lacazette di menit 16. Itu pun tembakannya masih tepat mengarah ke David de Gea.

Man United membalas empat menit kemudian lewat sepakan placing Fred Rodrigues. Namun, bola bisa ditepis oleh Bernd Leno dengan brilian. Sundulan Granit Xhaka di menit 25 juga masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper.

Pertandingan mulai seru memasuki pertengahan babak pertama. Nicolas Pepe mengancam lewat tembakan dari sisi kotak penalti di menit 30. Namun, tembakannya masih menyamping dari sasaran. Sundulan Aaron Wan-Bissaka di menit 33 juga melebar.

Nasib yang sama terjadi pada sundulan Harry Maguire di menit 41. Arahnya memang ke gawang, tetapi terlalu lemah hingga mudah ditangkap oleh Bernd Leno. Lima menit terakhir babak pertama, Arsenal terpaksa bertahan. Man United terus menggempur pertahanan tuan rumah.

Sayangnya, tidak ada gol tercipta hingga wasit Michael Oliver menandakan waktu istirahat. Angka 0-0 terpampang di papan skor Stadion Emirates pada akhir babak pertama.

Momentum beralih ke Arsenal di awal paruh kedua. The Gunners mendapat dua peluang bagus di lima menit awal lewat Willian dan Nicolas Pepe. Namun, peluang kedua pemain bisa digagalkan lini belakang Man United.

Kans terbaik justru didapat Edinson Cavani di menit 58. Namun, sontekan pemain asal Uruguay itu melenceng tipis dari sasaran. Tembakan bebas Alexandre Lacazette di menit 65 masih membentur mistar gawang. Semenit berselang, tembakan Emile Smith Rowe dari dalam kotak penalti bisa ditepis de Gea.

Kedua kesebelasan terus berupaya mencari gol di 10 menit akhir laga. Edinson Cavani kembali mendapat peluang emas di menit 89. Sayangnya, peluang itu lagi-lagi menyamping tipis. Pertandingan pun berakhir dengan skor 0-0.

Susunan Pemain

Arsenal: Bernd Leno; Hector Bellerin, Rob Holding, David Luiz, Cedric Soares; Thomas Partey, Granit Xhaka; Gabriel Martinelli (Willian Borges 46’), Emile Smith Rowe (Martin Odegaard 83’), Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette (Eddie Nketiah 90+3’)

Cadangan: Alex Runarsson, Gabriel Magalhaes, Calum Chambers, Martin Odegaard, Ainsley Maitland-Niles, Mohamed Elneny, Joe Willock, Willian Borges, Eddie Nketiah

Manajer: Mikel Arteta

Manchester United: David de Gea; Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Luke Shaw; Fred Rodrigues, Scott McTominay (Anthony Martial 37’); Marcus Rashford (Mason Greenwood 80’), Bruno Fernandes, Paul Pogba; Edinson Cavani

Cadangan: Dean Henderson, Eric Bailly, Alex Telles, Axel Tuanzebe, Nemanja Matic, Daniel James, Donny van de Beek, Mason Greenwood, Anthony Martial

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer




Tampil Lebih Baik, Solskjaer Kesal Man United Gagal Menang



ElangQQ Manchester United kembali tersendat. Kali ini, Setan Merah hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Arsenal pada pekan 21 Liga Inggris 2020-2021, Minggu (31/1/2021) dini hari WIB. Kegagalan itu sungguh disayangkan oleh Ole Gunnar Solskjaer karena anak asuhnya bermain bagus.

Misi meraih angka penuh diusung Man United kala bertandang ke Stadion Emirates, markas Arsenal. Mereka ingin segera kembali ke jalur kemenangan usai kalah secara mengejutkan di tangan Sheffield United pada tengah pekan lalu.

Sayangnya, target memetik angka penuh gagal dipenuhi. Rangkaian peluang yang didapat, gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Edinson Cavani dan kawan-kawan untuk menjadi gol. Man United harus puas membawa pulang satu angka dari London.

Hasil itu terasa mengecewakan bagi Ole Gunnar Solskjaer. Pasalnya, Man United berhasil mengkreasi beberapa peluang emas untuk mencetak gol, terutama ketika menguasai pertandingan di babak pertama.

“Penampilan yang bagus, dua peluang besar di babak kedua, tetapi sayangnya tidak demikian. Kami menguasai bola cukup banyak dan mengkreasi lebih banyak peluang bagus,” papar Ole Gunnar Solskjaer, dikutip dari BBC, Minggu (31/1/2021).

“Saya merasa kami mendominasi babak pertama. Di babak kedua, memang ada beberapa periode di mana kami sempat menurun. Anak-anak sudah mengerjakan bagian mereka. Anda tidak bisa mengontrol apakah mereka bisa memanfaatkan peluang atau tidak,” imbuh pria berkebangsaan Norwegia itu.

Satu angka tersebut terasa semakin mengecewakan gara-gara kekalahan dari Sheffield United. Usai laga tengah pekan di Stadion Old Trafford itu, Ole Gunnar Solskjaer sempat mengungkapkan satu hal. Jika mendapat angka penuh di kandang Arsenal, maka kekalahan dari The Blades tak perlu terlalu disesali.

Ternyata, target tersebut meleset. Pria berusia 47 tahun itu lantas menyesali kegagalan anak asuhnya mengalahkan Sheffield United pada tengah pekan lalu.

“Kekalahan melawan Sheffield United jelas terasa mengecewakan, apalagi Anda bermain di kandang sendiri. Namun, jika Anda merasa pantas menang ketika menghadapi Arsenal di kandang lawan, itu adalah sebuah kemajuan,” tutup Ole Gunnar Solskjaer.

Sang manajer bisa semakin sebal bila melihat papan klasemen. Man United kini tertinggal tiga angka dari rival sekota mereka, Man City, yang duduk di puncak dengan nilai 44. Celakanya lagi, The Citizens masih menyimpan satu laga tabungan.




5 Pelajaran dari Arsenal Vs Crystal Palace: 3 Tahun The Gunners Tak Mampu Kalahkan Palace



ElangQQ - Arsenal gagal meraih kemenangan saat menghadapi Crystal Palace dalam lanjutan Premier League. Kedua tim harus puas berbagi poin usai bermain imbang 0-0 di Emirates Stadium, Jumat (15/1/2021) dini.

Hasil itu membuat tren kemenangan Arsenal terhenti. Sebelumnya, The Gunners mencatat empat kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Arsenal masih tertahan di peringkat ke-11 klasemen Premier League. Tim asuhan Mikel Arteta itu mengumpulkan 24 poin dari 18 pertandingan.

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dalam pertandingan ini. Berikut ulasannya.

Rentetan Kemenangan Terhenti

Arsenal ditahan imbang tanpa gol oleh Crystal Palace. Hasil ini membuat rentetan kemenangan The Gunners terhenti.

Sebelumnya, Arsenal meraih empat kemenangan beruntun di ajang Premier League dan Piala FA. Mereka mampu mengalahkan Chelsea, Brighton, West Brom dan Newcastle.

Hasil imbang juga membuat Arsenal belum mampu menembus posisi 10 besar di klasemen sementara Premier League. The Gunners sekarang berada di peringkat ke-11. 

3 Tahun Tak Mampu Kalahkan Palace

Arsenal kembali gagal mengalahkan Crystal Palace. Hasil ini memperpanjang catatan negatif The Gunners melawan The Eagles.

Kini, Arsenal sudah lima pertemuan secara beruntun gagal menang lawan Palace. Rinciannya, empat imbang dan satu kekalahan.

Kemenangan terakhir Arsenal atas Palace terjadi pada Januari 2018 di Emirates Stadium dengan skor 4-1. Artinya, The Gunners sudah tiga tahun tidak mampu mengalahkan Palace.

Partey Kembali

Setelah bergabung dengan Arsenal, Thomas Partey langsung menjadi pilihan di lini tengah Arsenal. Namun, gelandang asal Ghana itu dibekap cedera dan harus absen cukup lama.

Setelah sekian lama menepi, mantan pemain Atletico Madrid itu akhirnya kembali ke lapangan. Dia bermain 21 menit di laga kontra Crystal Palace.

Partey masuk ke lapangan pada menit ke-69 dengan menggantikan Dani Ceballos. Mengingat kualitasnya, kembalinya Partey tentu saja merupakan kabar yang sangat baik buat Arsenal.

Merindukan Tierney

Kieran Tierney melewatkan pertandingan melawan Crystal Palace karena masalah otot. Mikel Arteta kemudian memainkan Ainsley Maitland-Niles di posisi bek kiri.

Kehilangan Tierney membuat serangan Arsenal dari sayap kiri kurang menggigit. Biasanya bek asal Skotlandia itu rajin membantu serangan dan melepas umpan silang berbahaya.

Maitland-Niles diharapkan bisa menciptakan sesuatu yang spektakuler. Namun, pemain 23 tahun itu kesulitan dan ditarik keluar pada menit ke-65.

Clean Sheet di Kandang

Gawang Arsenal tidak kebobolan saat menghadapi Crystal Palace di Emirates. Ini adalah clean sheet kandang pertama Arsenal di Premier League dalam 12 pertandingan terakhir.

Arsenal terakhir kali meraih clean sheet di kandang dalam ajang Premier League pada bulan Juli tahun lalu. Ketika itu mereka menang 4-0 atas Norwich City.

Sejak saat itu, gawang Arsenal selalu kebobolan minimal satu gol. Pada musim ini, sudah sembilan gol yang bersarang di gawang Arsenal ketika bermain di kandang sendiri.



Tiga Posisi Jadi Fokus Utama Arsenal pada Bursa Transfer Januari


ElangQQPelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan fokus utama klubnya di bursa transfer bulan Januari ini. Ia mengatakan kalau ada tiga posisi yang butuh tambahan tenaga, salah satunya adalah penjaga gawang.

Pada musim panas kemarin, Arsenal melepas Emiliano Martinez yang sudah menyandang status pemain selama 10 tahun. Mereka kemudian menggantinya dengan pemain berdarah Islandia, Runar Alex Runarsson.

Runarsson sendiri tidak pernah direkrut dengan harapan bisa menjabat sebagai deputi Bernd Leno di bawah mistar gawang. Awalnya, ia direkrut untuk menjadi kiper ketiga di bawah Martinez.

Dalam beberapa kesempatan, Runarsson nampak gugup saat diberi kepercayaan untuk menggantikan Bernd Leno. Salah satu contohnya terlihat saat the Gunners bertemu dengan Manchester City di ajang Carabao Cup belum lama ini.

Tiga Posisi sedang Diperhitungkan

Menurut laporan, Arsenal ingin melepasnya ke klub lain sebagai pemain pinjaman pada bursa transfer musim dingin ini. Namun mengingat Matt Macey telah meninggalkan Emirates Stadium, Arsenal jelas butuh kiper baru.

Arteta mengakui bahwa ada tiga posisi dalam skuadnya yang butuh tambahan tenaga. Dan pria berkebangsaan Spanyol tersebut secara gamblang menyebutkan salah satunya.

“Kami menganalisa situasinya dengan tiga posisi, pada area penjaga gawang dan kami akan menemukan solusi berbeda, mungkin pada bursa transfer ini,” ujarnya, sebagaimana yang dikutip dari Metro.

“Kami sedang menganalisa apa yang akan terjadi pada tiga posisi. Diskusi internal kami di musim panas kemarin sedikit berbeda dari yang sebenarnya terjadi, sebab adanya bursa transfer dan situasi mengenai Emi,” lanjutnya.

Menganalisa Situasinya

Arteta juga menjelaskan kalau timnya belum melakukan proses negosiasi dengan klub lain untuk merekrut pemain incarannya, seperti yang telah dilaporkan. Sebab proses analisanya sendiri masih berlangsung sampai sekarang.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk melakukan apa yang ingin dilakukan, dan kami memutuskan untuk menganalisa situasinya di bursa transfer ini, yakni apa yang ingin kami lakukan dan akan membuat keputusan soal bagaimana kami ingin bergerak pada tiga posisi tersebut,” tambahnya.

Selain kiper, Arsenal juga kerap dikaitkan dengan pemain kreatif seperti Emiliano Buendia dan Julian Brandt. Bahkan, mereka juga sempat dirumorkan tertarik dengan mantan penyerang Atletico Madrid, Diego Costa.

“Kami dikaitkan dengan pemain yang bahkan belum kami diskusikan, jadi saya tidak akan menyebut nama-namanya,” pungkas Arteta.



Arteta Temukan Solusi untuk Masalah Besar yang Dihadapi Arsenal



Info main bola Arteta Temukan Solusi untuk Masalah Besar yang Dihadapi Arsenal
ELANGQQ Mikel Arteta dikabarkan telah menemukan solusi untuk mengatasi minimnya kreativitas skuat Arsenal dengan memboyong pemain Valencia, Carlos Soler.

Arsenal musim ini tak memiliki playmaker yang bisa diandalkan. Sebab Arteta sudah memutuskan untuk mendepak Mesut Ozil dari timnya.

Arsenal sebenarnya memiliki pemain top di depan. Namun mereka kesulitan untuk bisa mencetak banyak gol. Hal ini membuat mereka kerap meraih hasil negatif.

Sebelum menang atas Chelsea, Arsenal tak bisa meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan. Hal itu membuat Arteta dalam tekanan besar.

Solusi Arsenal Bernama Soler

Arsenal memang mencatatkan hasil bagus lawan Chelsea. Namun bukan berarti Mikel Arteta sudah cukup puas dengan timnya.

Ia disebut masih berusaha membuat Arsenal jadi lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah dengan mendatangkan gelandang kreatif pada bulan Januari 2021 ini.

Kabar tersebut dilansir oleh Sport Witness. Arteta pun disebut sudah memiliki kandidat pemain yang ingin ia boyong ke Emirates Stadium.

Pemain tersebut adalah gelandang andalan Valencia, Carlos Soler. Ia disebut bukan nama asing bagi Arsenal.

The Gunners disebut sudah berusaha memboyongnya pada musim panas 2020 lalu. Kini Arsenal disebut akan berusaha untuk memboyong Soler pada bursa transfer Januari 2021 ini.

Ada Peluang Arsenal Bisa Dapatkan Soler

Laporan itu juga menyebutkan ada kabar bagus bagi Arsenal. Mikel Arteta disebut berpeluang besar bisa mendaratkan Carlos Soler.

Pasalnya Valencia disebut berada dalam kesulitan finansial. Mereka bisa terpaksa menjual beberapa pemainnya demi menyelamatkan klub.

Harga Soler sendiri tak terlalu mahal. Data dari Transfermarkt menunjukkan ia bernilai sekitar 27 juta pounds.

Carlos Soler sejauh ini telah bermain sebanyak 164 kali bagi Valencia di semua ajang kompetisi. Ia mencatatkan 17 gol dan 22 assist sejauh ini. Arsenal sendiri sebelumnya sempat dikaitkan dengan Houssem Aouar dan Dominik Szoboszlai.


Lampard Geram Chelsea Harus Main 2 Kali dalam Rentang 2 Hari

 

ELANGQQ : London - Frank Lampard geram Chelsea harus memainkan dua laga dalam rentang dua hari di akhir tahun ini. Ia menyalahkan pemilik hak siar Liga Inggris atas hal tersebut.

Chelsea harus bertandang ke Emirates Stadium di Boxing Day untuk menantang Arsenal, Minggu (27/12/2020) dini hari WIB. Duel Derby London ini bisa disaksikan langsung di Mola TV lewat link ini.

Laga kontra Arsenal membuka jadwal padat The Blues di akhir tahun ini. Usai menghadapi Meriam London, Chelsea harus menghadapi Aston Villa, Selasa (29/12) dini hari WIB.

Jeda laga yang tak sampai dua ini membuat manajer Chelsea Frank Lampard geram. Ia menuduh pihak televisi pemilik hak siar Liga Inggris menjadi biang keladi yang membuat timnya tak punya waktu istirahat yang memadai.

Lampard merasa Chelsea diberlakukan tidak adil. Pasalnya, rival mereka di papan atas seperti Liverpool Tottenham Hotspur dan Manchester United bermain dengan jeda waktu tiga hari di periode akhir tahun.

"Faktanya bahwa kami bermain dua pertandingan dalam 48 jam adalah poin penting. Ini karena ada tim papan atas lainnya yang bisa memainkan dua laga dengan jeda tiga hari," kata Lampard dikutip dari Guardian.

"Ini kontraproduktif untuk kualitas Liga Premier. Ini mengandung risiko besar untuk pemain kedua tim yang bermain dalam laga kelas atas olahraga elit."

"Saya tahu apa yang terjadi dengan yang satu ini karena laga kami disiarkan langsung. Kami bermain melawan Arsenal pada Boxing Day, lalu laga kami melawan Man City dipindahkan ke hari Minggu. Itu artinya jadwal melawan Aston Villa seperti yang diinginkan kami bisa bermain hari Selasa."

"Terkadang televisi pemilik hak siar layak disalahkan. Kami diputuskan bermain dua kali dalam 48 jam ketika tim lain di papan atas bisa bermain dua kali dalam tiga hari. Saya tidak melihat ini adalah hal yang adil di lapangan. Ini adalah sesuatu yang keliru," tegasnya.

Chelsea sendiri saat ini menempati peringkat kelima dengan 25 poin. Mereka tertinggal enam angka dari Liverpool di puncak klasemen.



BYE POSTING

ELANGQQ.COM

Arsenal vs Man City: Guardiola Tak Akan Kasihani Arteta


ElangQQManajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan bahwa Josep Guardiola adalah orang yang sangat suportif kepada dirinya. Namun, manajer Manchester City itu tidak akan mengasihani Arteta saat kedua tim bertemu dalam ajang Carabao Cup.

Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City selama tiga tahun. Ia kemudian meninggalkan Etihad setelah ditunjuk sebagai manajer Arsenal pada Desember 2019.

Arteta menjalani start yang bagus di London utara. Ia mampu mengantarkan The Gunners meraih beberapa hasil bagus di Premier League dan menjuarai Piala FA.

Namun, Arsenal terseok-seok di Premier League pada musim ini. Mereka hanya menang satu kali dari 10 pertandingan terakhirnya.

Alhasil, Arsenal terpuruk di peringkat ke-15 klasemen Premier League dengan 14 poin dari 14 pertandingan. Mereka cuma terpaut empat angka dari zona degradasi.

Arsenal selanjutnya akan menghadapi Manchester City pada perempat final Carabao Cup. Pertandingan ini akan berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (23/12/2020) dini hari WIB.

Guardiola Tak Akan Kasihani Arteta

Arteta menegaskan bahwa hubungannya dengan Guardiola masih sangat baik. Namun, ia yakin kompatriotnya itu tidak akan mengasihani dirinya saat kedua tim bertemu.

“Tidak, dia tidak akan (mengasihani), karena saya kenal dia dan dia ingin menjuarai kompetisi ini. Tapi dia luar biasa suportif sepanjang waktu,” ujar Arteta seperti dilansir Sky Sports.

“Kami selalu berbicara, kami selalu berkomunikasi, dan dia adalah orang yang benar-benar penting dalam hidup saya terlepas dari sepakbola.”

“Dan dia dan orang-orang lain yang benar-benar dekat dengan saya, mereka luar biasa suportif dan memberi saya kekuatan, dan saya kira mereka juga memberi banyak nasihat bagus.”

Arsenal Akan Belanja Pemain

Arsenal terlihat kesulitan mencetak gol sepanjang musim ini. Arteta mengatakan bahwa klubnya siap masuk ke bursa transfer untuk membeli pemain baru.

“Perencanaannya sudah selesai. Apa yang ingin kami lakukan di bulan Januari, apa yang ingin kami lakukan di musim panas,” kata Arteta

“Terkadang Anda bisa melakukannya, terkadang tidak, tergantung banyak faktor.

“(Direktur teknik) Edu sedang mengatasinya saat ini dan saya fokus dengan semua pertandingan, kami tidak punya banyak waktu untuk mengeluarkan energi sekarang karena sangat jelas apa yang ingin kami lakukan.”



Arsenal: Hanya Bisa Crossing Tanpa Mencetak Gol, Tanda Rindu Mesut Ozil?



ElangQQArsenal mendapat kesulitan yang luar biasa saat berjumpa Tottenham. The Gunners gagal mencetak gol walau sepanjang laga melepas umpan crossing dengan jumlah yang sangat banyak.

Arsenal dan Tottenham berjumpa di pekan ke-11 Premier League, Minggu (6/12/2020) malam WIB. Laga Derbi London Utara digelar di Tottenham Stadium dan tuan rumah menang dengan skor 2-0.

Gol pertama Tottenham dicetak Son Heung-min pada menit ke-13. Lalu, gol kedua dicetak Harry Kane pada menit 45+1.

Arsenal kini berada di posisi ke-15 klasemen sementara dengan 13 poin. Sedangkan, Tottenham berada di puncak klasemen dengan 24 poin. The Lily White punya jumlah poin yang sama dengan Liverpool.

Arsenal Hanya Bisa Crossing

Mikel Arteta memainkan Willian, Bukayo Saka, Alexander Lacazette, dan Pierre-Emeric Aubameyang secara bersamaan. Komposisi ini harusnya membuat Arsenal tampil sangat tajam dan berbahaya di lini depan.

Arsenal pun melepaskan 11 shots sepanjang laga. Jumlah yang cukup banyak, tetapi dengan konversi yang buruk. Sebab, Arsenal hanya melepas dua shots on target saja dari 11 kali upaya. Tentu saja, tidak ada gol tercipta.

Dengan Willian dan Saka di sisi sayap, Arsenal pun banyak melepas umpan crossing. Apalagi ada Hector Bellerin yang aktif membantu serangan. Arsenal melepas 44 crossing sepanjang laga.

Menurut Squawka, itu adalah rekor crossing paling banyak dalam satu laga pada musim 2020/2021.

Hanya saja, gempuran umpan crossing yang dibuat Arsenal tak cukup berarti. Hanya satu peluang berbahaya yang didapat dari situasi ini yakni ketika umpan crossing Bellerin disambut sundulan Lacazette.

Arsenal Rindu Mesut Ozil?

Arsenal memang banyak bertumpu pada sisi sayap ketika menyerang. Maklum, mereka tidak punya pemain kreatif di lini tengah. Granit Xhaka dan Thomas Partey bukan tipe pemain yang punya kemampuan di depan kotak penalti lawan.

Sudah tidak punya playmaker dengan visi jempolan, Arsenal juga harus berjumpa Pierre-Emile Hojbjerg di lini tengah Tottenham. Gelandang 25 tahun tampil sangat kokoh dan tak pernah kalah duel [8 kali]. Arsenal pun mengalami kebuntuan di lini tengah.

Well, jika melihat peliknya masalah yang dihadapi Arsenal terkait kreator serangan, apakah The Gunners sudah rindu pada Mesut Ozil?



Terkapar Usai Disundul David Luiz, Begini Kondisi Raul Jimenez di Rumah Sakit

 Info main bola Terkapar Usai Disundul David Luiz, Begini Kondisi Raul Jimenez di Rumah Sakit

ELANGQQWolverhampton Wanderers berhasil mempermalukan Arsenal dengan skor 2-1 saat bersua di Emirates Stadium pada laga pekan ke-10 Liga Inggris 2020-2021, Senin (30/11/2020) dini hari WIB. Meski menang, namun Wolverhampton tak terlalu merasa bahagia.

Sebab striker andalan mereka, yakni Raul Jimenez saat ini sedang terlentang di atas kasur rumah sakit di London. Ia dibawa sampai ke rumah sakit karena sempat mengalami benturan keras dengan bek Arsenal, David Luiz ketika laga baru berjalan empat menit.

Pada saat itu, Willian Borges yang mendapatkan sepak pojok mencoba untuk memberikan umpan langsung ke mulut gawang Wolverhampton. Ketika bola sudah dilesatkan, Luiz lantas mencoba untuk menyambutnya.

Sayangnya, ketika Luiz mencoba untuk menyundul bola ada Jimenez yang juga siap menyambut bola untuk dibuang. Alhasil, benturan kepala pun tak terhindarkan. Baik Luiz dan Jimenez terkapar langsung di lapangan.

Lantas seluruh staf medis kedua tim berlarian menuju Luiz dan Jimenez. Namun, respons yang ditunjukkan Jimenez tak baik, kepanikan pun terjadi. Orang-orang medis lain langsng berdatangan untuk membantu penyerang asal Meksiko tersebut.

Sementara Luiz perlahan mulai bisa bangun dan diberikan perban terhadap kepadalanya oleh pihak medis Arsenal. Sedangkan ketika Luiz sudah bangun, Jimenez masih terdiam di atas lapangan sambil mendapatkan perawatan dari para staf medis.

Hampir 10 menit lebih staf medis mencoba memberikan pertolongan kepada Jimenez. Namun, pada akhirnya Jimenez pun diputuskan untuk langsung dilarikan ke rumah sakit. Jimenez yang tak bisa bermain lantas diganti oleh Fabio Silva di menit ke-15.

Untuk sekarang ini, pelatih Wolverhampton, Nuno Espirito Santo mengatakan Jimenez sudah sadar. Namun, perlu dilakukan scan terhadap kepalanya untuk melihat apakah ada cedera serius yang menimpa striker berusia 29 tahun tersebut.

“Dia sedang melakukan pemindaian sekarang, tapi dia sadar, dia baik-baik saja meski dalam keadaan yang masih gawat. Ini serius, ini adalah momen yang buruk bagi semua orang dan permainan sangat terpengaruh. Kedua tim, kedua pemain, seluruh pemain Arsenal mengkhawatirkan dia, dan kami berharap semuanya baik-baik saja,” kata Nuno, dilansir dari laman resmi Wolves, Senin (30/11/2020).

“Ini berdampak besar dan Anda melihat betapa seriusnya reaksi para dokter dari kedua tim yang segera berlari untuk membantu. Anda melihat kepanikan di mata mereka dan Anda mulai berpikir bagaimana keadaannya,” tambahnya.

“Tapi kini dia sudah berbicara dan dia sadar, tapi dia sedang memindai dan sekarang kami harus melakukan penilaian yang tepat. Yang jelas kini dia sudah ada di tangan yang tepat (dokter),” tutupnya,” pungkas pelatih asal Portugal tersebut.


Minta Arsenal Pecat Arteta, Allegri dan Pochettino Masuk Buruan?

 


ELANGQQ Salah satu fans Arsenal bernama Richie, mendapat kesempatan mengemukakan pendapatnya kelar laga The Gunners –julukan Arsenal– kontra Aston Villa pada Senin 9 November 2020 dini hari WIB. Richie yang berkomunikasi langsung dengan dua pesepakbola legenda, yakni Chris Sutton dan Robbie Savage di program BBC Live, meminta manajemen Arsenal memecat sang pelatih, Mikel Arteta.

Arteta yang diangkat sebagai pelatih Arsenal pada Desember 2019, memang memberikan trofi Piala FA di musim pertamanya menangani London Merah. Namun, konsistensi performa gagal diberikan Arteta untuk Arsenal

Ambil contoh pekan lalu, saat Arsenal secara luar biasa menang 1-0 atas Manchester United di Old Trafford. Namun, sepekan kemudian Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan dihajar Aston Villa 0-3 !

Padahal jika sanggup mengalahkan Aston Villa, Arsenal dapat naik ke papan atas klasemen Liga Inggris 2020-2021. Namun, karena Arsenal kalah, The Gunners saat ini tertahan di posisi 11 dengan raihan 12 angka.

Karena itu, Richie menyarankan manajemen Arsenal memecat Arteta. Kebetulan, di pasar transfer terdapat dua pelatih top yang sedang menganggur, yakni Mauricio Pochettino dan Massimilano Allegri.

“Mikel Arteta harus pergi malam ini dan Arsenal wajib menjadikan jeda internasional sebagai momentum mendatangkan Max Allegri atau Pochettino,” kata Richie saat berbicara di BBC 5 Live, mengutip dari The Sun, Selasa (10/11/2020).

“Arteta seharusnya melalukan apa yang dilakukan Lampard atau Gerrard. Arteta hanya menangani klub yang lebih kecil, namun ia kesulitan. Arteta wajib melakukan langkah besar,” lanjut Richie.

(Allegri calon pelatih Arsenal)

Baik Pochettino dan Allegri saat ini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun. Baru-baru ini, Pochettino hadir sebagai komentator tamu di sebuah pertandingan.

Pelatih berpaspor Argentina itu terang-terangan siap kembali bertugas sebagai pelatih dalam waktu dekat. Karena itu, jika memang tertarik kepada Pochettino, ini merupakan momen yang tepat bagi Arsenal.

Bagaimana dengan Allegri? Setelah sukses besar di negeri sendiri dengan membawa Juventus juara Liga Italia lima musim beruntun, Allegri mengaku siap melanjutkan karier di luar negeri, termasuk Inggris.

JUDI ONLINE, DOMINOQQ, BANDAR Q, JUDI POKER, JUDI CAPSA, BANDAR66


Eks Arsenal Ini tak Percaya The Gunners Miskin Kreativitas dan Butuh Kehadiran Ozil


 ElangQQ Eks penyerang Arsenal Kevin Campbell tak meyakini The Gunners miskin kreativitas di lini tengahnya dan mereka juga dianggapnya tak perlu memanggil kembali Mesut Ozil.

Seperti yang diketahui, Arsenal menyingkirkan Ozil dari skuat utamanya. Pemain asal Jerman itu tak didaftarkan baik ke Premier League atau pun ke Liga Europa.

Namun keputusan Mikel Arteta itu dianggap kurang tepat. Sebab Arsenal dianggap masih membutuhkan kreativitas Ozil.

Klaim tersebut muncul setelah Arsenal meraih hasil kurang maksimal di beberapa laga. Salah satunya saat mereka kalah dari Leicester City. kreasi Ozil dinilai dibutuhkan agar membuat lini serang The Gunners menjadi bertaji.

Arsenal tak Butuh Ozil

Kevin Campbell akhirnya ikut angkat bicara soal kasus Mesut Ozil ini. Ia menegaskan bahwa Arsenal sebenarnya tak memiliki masalah kreativitas di lini tengahnya.

Ia juga menegaskan Arsenal tak butuh kehadiran Ozil lagi. Campbell mengatakan masalah The Gunners saat ini adalah mereka cuma belum bermain secara bagus saja.

“Arsenal sama sekali tidak ada masalah untuk kreativitas dan saya bahkan tidak akan menyebut nama pria itu. Bagi saya, kuncinya adalah ada pemain di sana yang bisa menciptakan [peluang], tapi mereka belum bermain bagus,” cetusnya pada GentingBet, via Goal.

“Sekarang, tidak perlu terburu-buru untuk memanggil nama yang dihilangkan musim ini, tapi sekarang tim tidak bermain begitu baik, namanya terus disebut. Jadi, saya tidak percaya semuanya,” tegasnya.

“Saya pikir ketika tim bermain bagus, Arsenal akan menciptakan peluang dan mencetak gol. Ketika mereka tidak bermain bagus, setiap tim akan kesulitan dan itulah masalahnya,” tegasnya lagi.

Sebuah Ironi

Sebelumnya, eks pemain Arsenal lainnya yakni Alan Smith menyebut pencoretan Mesut Ozil dari skuat The Gunners sebenarnya adalah sebuah ironi. Pasalnya tim Mikel Arteta itu sejatinya butuh seorang pemain kreatif di lini tengahnya.

“Ironisnya, Arsenal membutuhkan pemain sejenis itu saat ini, seseorang dari kekuatan kreatif Ozil. Seseorang yang bisa membuka kunci pertahanan saat mereka menghadapi beberapa tantangan baru-baru ini melawan West Ham dan Sheffield United dan itu sulit bagi mereka,” cetusnya pada Sky Sports.

“Saya yakin Arteta akan senang jika Ozil empat atau lima tahun yang lalu tersedia. Saya akan mengatakan Arteta memiliki cukup banyak kekuatan di sana, dan jelas gelarnya berubah, jadi saya tidak yakin ini adalah keputusan yang telah diambil dari tangannya,” cetusnya.

Mesut Ozil sejauh ini telah bermain sebanyak 254 kali di semua ajang kompetisi. Ia mencatatkan 44 gol dan 77 assist bagi Arsenal.



Pelatih Leicester City Dukung Keputusan Mikel Arteta ‘Mendepak’ Mesut Ozil



ElangQQBanyak orang menyoroti pelatih Arsenal, Mikel Arteta, atas keputusannya mendepak Mesut Ozil dari skuad. Meskipun demikian, Brendan Rodgers selaku pelatih Leicester City mendukung pilihan tersebut.

Seperti yang diketahui, Arteta tidak memasukkan nama Ozil dalam skuad untuk mengarungi kompetisi Premier League musim 2020/21 ini. Langkah yang sama juga dilakukan saat menentukan skuad untuk pentas Liga Europa.

Dengan begitu, dapat dipastikan kalau kesempatan bermain bagi Ozil musim ini bakalan sangat minim. Kecuali kalau sang pelatih tiba-tiba berubah pikiran dan memasukkan namanya saat pendaftaran skuad Liga Europa kembali dibuka.

Pasca keputusan itu diambil, Arteta banyak mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai kalau klub berjuluk the Gunners sedang kekurangan kreativitas, yang bisa disajikan oleh Ozil.

Pembelaan Brendan Rodgers

Di tengah berbagai suara sumbang, Rodgers muncul dan memberikan pembelaan terhadap keputusan Arteta. Toh pada akhirnya, pelatih tidak bisa membawa semua pemain untuk berpartisipasi di kedua kompetisi tersebut.

“Saya akan melakukan hal yang mirip dengan Mikel. Ozil adalah pemain berbakat, tapi itu bergabung pada struktur anda,” ujar Rodgers dikutip dari Goal International.

“Kami membutuhkan setiap pemain untuk berkontribusi dalam aspek bertahan dan begitu juga bagi aspek serangan. Tim harus beroperasi dengan satu kepala. Mereka harus berfungsi dan bekerja bersama,” lanjutnya.

Semuanya Tentang Tim

Pada akhirnya, permainan sebuah tim tidak akan bergantung kepada satu pemain saja. Pelatih harus mengorbankan satu nama jika dirasanya berpotensi membuat ketidakseimbangan dalam permainan.

“Ozil punya talenta yang luar biasa dan sangat kreatif, sudah pasti. Dia bisa membuat umpan terobosan terakhir itu, tapi semuanya tentang tim,” tambah pria yang pernah melatih Liverpool tersebut.

“Ini soal mengawinkan kualitas individu pemain ke dalam tim dan bila anda merasa sang pemain tidak bisa menekan atau tidak ingin, itu akan mempengaruhi struktur penyerangan dan pertahanan anda.”

“Jika ada satu orang yang tidak melakukan tugasnya, maka anda bisa menderita. Dia punya talenta, namun, bersamaan dengan talenta, anda juga harus menjadi pemain bertalenta yang bekerja keras,” pungkasnya.





Curhat Panjang Emiliano Martinez Usai ‘Dibuang’ Arsenal


ElangQQEmiliano Martinez akhirnya buka suara usai dilepas Arsenal ke Aston Villa baru-baru ini. Suaranya terdengar sebagai bentuk kritik dan protes terhadap The Gunners, meski dia menolak disebut demikian.

Betapa tidak, Martinez sudah membuktikan diri bahwa dia pantas menjadi kiper nomor satu Arsenal. Dia tampil sangat baik ketika Bernd Leno cedera panjang musim lalu.

Bahkan seharusnya Martinez layak menjadi kiper nomor satu, bukan sekadar pelapis. Namun, ternyata Arsenal kembali memercayai Leno setelah dia pulih sepenuhnya.

Inilah yang membuat Martinez kecewa dan meminta pergi ke Aston VIlla. Kini dia pun buka suara perihal perlakuan klub yang tak adil.

Suara Martinez

Martinez bergabung dengan The Gunners pada tahun 2010 lalu, tapi dia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Di saat yang sama Arsenal terus mendatangkan kiper baru seperti Petr Cech dan Bernd Leno, Martinez pun kian terpinggirkan.

Akhirnya dia punya kesempatan jadi kiper nomor satu musim lalu, meski itu terbantu cedera Leno. Sayangnya, Martinez kembali dikecewakan pihak klub.

“Saya akhirnya menjadi kiper no. 1 dan siap melakukannya. butuh 10 tahun untuk sampai di sana. Anda berlatih sebagai kiper setiap hari, tapi tidak ada yang mempersiapkan Anda untuk jalan hidup,” buka Martinez kepada Independent.

Tahun-tahun berat

Perjalanan Martinez sebagai pemain Arsenal sangat berat. Dia terus duduk di bangku cadangan dan terpaksa menyaksikan Arsenal bergonta-ganti kiper, padahal seharusnya itulah kesempatannya.

“Tidak ada yang melatih Anda untuk mengatasi frustrasi, untuk menangis. Apa yang harus dilakukan saat Anda tidak bermain selama empat bulan? Akankah Anda terus melaju atau mental Anda mati?” sambung Martinez.

“Saya bisa saja berbuat jauh lebih baik selama bertahun-tahun, tapi pada akhirnya dunia mulai melihat apa yang bisa saya lakukan.”

Dikira jadi no.1

Martinez membantu Arsenal menjuarai Community Shield dengan mengalahkan Liverpool pada Agustus lalu. Saat itu dia menduga akan dipercaya menggantikan Bernd Leno.

Namun, begitu namanya tidak masuk dalam daftar starter pada duel pembuka Premier League kontra Fulham, Martinez langsung memilih pergi.

“Saya kira jika saya bermain pada pertandingan itu [Community Shield] saya akan jadi no.1 , tapi setelahnya masih belum jelas siapa yang akan jadi starter di liga,” lanjut Martinez.

“Saya diberi tahu bahwa ada 95% kesempatan saya jadi starter kontra Fulham, tapi kemudian saya berpikir: ‘mengapa tidak 100%?’. Ada yang terasa aneh. Semua orang ingin saya bertahan, tapi saat itulah saya memilih pergi”



Skuad Terlalu Gemuk, Arsenal Mungkin Coret Mesut Ozil?

ElangQQArsenal tengah sibuk menentukan nama-nama pemain yang masuk dalam daftar skuad final untuk dilaporkan ke Premier League. Skuad mereka terlalu gemuk, harus ada beberapa nama yang dicoret.

Menukil Goal, Premier League mengumumkan bahwa klub punya kesempatan sampai 20 Oktober untuk melaporkan daftar skuad final berisi 25 pemain. Ada ketentuan khusus, yakni maksimal 17, dan minimal 8 pemain non-homegrown.

Homegrown player adalah mereka yang, terlepas dari kewarganegaraannya, telah berlatih bersama klub terkait atau klub lain di negara yang sama selama minimal tiga tahun, di antara usia 15-21 tahun.

Gara-gara peraturan ini, Mikel Arteta mungkin terpaksa mencoret dua pemain seniornya. Siapa yang jadi korban?

Kedatangan Partey, skuad kegemukan

Arsenal menuntaskan transfer Thomas Partey pada deadline day kemarin, pembelian bagus untuk Arteta. Namun, kedatangan Partey plus kegagalan Arsenal menjual pemain senior berujung masalah baru.

Saat ini Arteta punya 19 pemain non-homegrown dalam skuadnya, kebanyakan dua nama. Artinya, dia mungkin harus membuat keputusan sulit mencoret dua nama.

Saat ini bursa transfer lokal sepak bola Inggris masih dibuka. Klub-klub Premier League bisa berbisnis dengan klub kasta kedua dan berikutnya sampai 16 Oktober nanti.

Namun, kecil kemungkinan ada pemain senior Arsenal yang rela turun kasta.

Pusingnya Arteta

Sebab itu, Arteta harus memutuskan siapa dua nama yang tidak dia cantumkan dalam daftar final 25 pemain Arsenal untuk paruh pertama musim 2020/21 ini.

Arteta sendiri sudah mengakui rumitnya masalah ini. “Saya sangat senang dengan semua pemain dan dengan cara mereka berlatih,” buka Arteta.

“Namun, pemilihan pemain jadi jauh lebih rumit dan dengan peraturan baru ini situasinya semakin sulit.”

Sebenarnya pada deadline day kemarin Arsenal berniat melepas beberapa pemain, tapi bursa transfer memang alot karena klub-klub tak punya banyak uang.

Gagal lepas pemain

Kemarin Arsenal bisa melepas Matteo Guendouzi ke Hertha Berlin dan Lucas Torreira ke Atletico Madrid.

Namun, transfer Sead Kolasinac ke Bayer Leverkusen batal terwujud. Dan Arsenal gagal menuntaskan kesepakatan meminjamkan William Saliba ke Saint-Etienne.

Sokratis dan Shkodran Mustafi juga masuk daftar jual, tapi Arsenal tidak bisa menemukan klub pembeli. Dua pemain itu sekarang memasuki tahun terakhir dalam kontraknya.

Sekarang Arteta punya delapan bek tengah dalam skuadnya. Artinya bisa saja dia mencoret satu nama di antara para bek.

Nama berikutnya

Satu nama diambil dari barisan bek, tapi masih ada satu nama lagi yang tidak akan bisa bermain untuk Arsenal di Premier League musim ini.

Di sinilah nama Mesut Ozil kembali disebut-sebut. Dia adalah pemain dengan gaji terbesar di Arsenal, tapi justru jarang memberikan kontribusi di lapangan.

Arteta selalu membuka pintu kembalinya Ozil ke starting XI, tapi karena menit bermain yang begitu minim, bisa jadi Ozil yang akan dikorbankan Arteta.

Dua nama yang dicoret masih akan berstatus pemain Arsenal, tapi mereka tidak bisa tampil di Premier League. Kira-kira siapa yang akan dikorbankan Arteta ya?


ElangQQ - Pusat Poker Domino Online