Top! Neymar Ukir Sejarah Ini di Liga Champions

 

ELANGQQ : Paris - Hat-trick Neymar menginspirasi Paris St. Germain menggulung Istanbul Basaksehir 5-1. Superstar sepakbola Brasil itu turut menuliskan namanya dalam buku sejarah Liga Champions.

PSG dan Basaksehir melanjutkan pertandingan matchday 6 di Parc des Princes, yang sempat tertunda karena dugaan rasialisme seorang wasit pertandingan, pada Kamis (10/12/2020) dinihari WIB. Tiga gol dibuat Neymar dalam waktu 50 menit, yang memastikan PSG lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup H.

Dua gol PSG lain disumbangkan Kylian Mbappe sedangkan satu-satunya gol balasan Baksehir diciptakan Mehmet Topal di awal babak kedua. Dengan hasil ini Les Parisiens menyudahi fase grup teratas dengan perolehan 12 poin, sama dengan RB Leipzig di bawahnya namun PSG unggul head to head gol tandang.

Sementara itu dua golnya ke gawang Basaksehir membuat Neymar sudah mengoleksi 20 gol untuk PSG di Liga Champions. Secara keseluruhan mantan penggawa Barcelona itu telah mencetak 41 gol dalam kariernya di kompetisi ini sejak 2013.

Statistik Opta mengemukakan bahwa Neymar membuat rekor yang belum pernah dibukukan dua pemain fenomenal Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang mengemas paling tidak 20 gol dalam semusim kompetisi untuk dua tim yang berbeda. Sebelum di PSG, Neymar berhasil menyumbang 20 gol untuk Barcelona.

"Kami sudah memenangi tiga poin setelah tiga pertandingan. Itu adalah tiga final di depan mata kami, kami nyaris tersingkir," ungkap pelatih PSG Thomas Tuchel usai laga dikutip the Sun. "Kami memperoleh kepercayaan diri melalui menunjukkan kualitas dan kapasitas kami.

"Tim saya seharusnya memeng tampil seperti ini. Saya sangat gembira menjadi pemimpin dari tim ini," dia menambahkan mengenai performa Neymar cs.



BYE POSTING


Gocekan-gocekan Maut Neymar Bikin Pemain Bolivia Tak Berdaya

 


ELANGQQ Sao Paulo - Neymar tampil menawan saat mengantarkan Brasil menang 5-0 atas Bolivia. Ia memamerkan gocekan mautnya yang bikin lawan tak berdaya.

Brasil mengalahkan Bolivia 5-0 di Neo Quimica Arena dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL, Sabtu (10/10/2020) pagi WIB. Lima gol Selecao dibuat oleh Marquinhos, brace Roberto Firmino dan Philippe Coutinho.

Meski tak mencetak gol, Neymar menjadi salah pemain yang tampil paling mencuri perhatian di laga ini. Padahal sebelumnya, ia sempat dikhawatirkan tak bisa bermain karena mengalami cedera punggung saat latihan.

Neymar yang dimainkan pelatih Brasil, Tite, di sisi kiri mampu menjadi ancaman bagi lini pertahanan Bolivia sepanjang 90 menit. Dikutip dari SofaScore, bintang Paris Saint-Germain ini membuat empat tembakan ke arah dan dua umpan kunci dengan satu di antaranya menjadi assist untuk gol dari Coutinho.

Neymar juga beberapa kali mempertontonkan gojekan mautnya di laga ini. Pada menit ke-62, ia secara luar biasa mampu mengelabui dua pemain di kotak penalti Bolivia.

Menusuk dari sisi kiri, Neymar mampu 'mengolongi' Jose Maria Carrasco. Ia lalu melakukan gerakan memutar ala Marseille Turn di depan gawang yang bikin Gabriel Valverde terkecoh.

Sayangnya, bola yang kemudian terlepas dari kaki Neymar gagal dimanfaatkan oleh Rodrygo Goes. Pemain 28 tahun ini kembali bikin pemain Bolivia pontang-panting di menit ke-75.

Neymar yang dikepung oleh dua pemain Bolivia di lini tengah dengan cerdik bisa meloloskan diri. Ia kemudian langsung melaju menusuk ke daerah pertahanan Bolivia.

Namun, Renan Lodi yang mendapat bola dari Neymar gagal mengirim umpan dengan baik. Dribel Neymar memang begitu sulit diredam oleh para pemain Bolivia.

Neymar membuat 23 upaya dribel di laga ini dengan 18 di antaranya sukses mengecoh pemain Bolivia.


BYE POSTING


Ada Neymar di Balik Kepindahan Thiago Silva ke Chelsea

 ElangQQ, London - Chelsea belum lama ini merekrut bek berpengalaman, Thiago Silva. Rupanya kepindahan Thiago Silva itu ikut dipengaruhi oleh bintang Paris St. Germain, Neymar.


Thiago Silva bergabung Chelsea secara gratis setelah menuntaskan kontraknya di PSG. Bek tengah berusia 35 tahun itu dituntut bisa menambal lini belakang The Blues, yang di musim lalu kemasukan 54 gol di Premier League, terburuk di antara tim-tim enam besar.



Laporan Telegraph, seorang sumber yang dekat dengan Thiago Silva mengklaim bahwa pemain internasional Brasil itu langsung tertarik dengan potensi transfer ke Chelsea. Disebutkan pula bahwa Thiago Silva meminta saran Neymar saat keduanya melakoni persiapan final Liga Champions melawan Bayern Munich di Lisbon.


Neymar disebut-sebut antusias dengan rencana kompatriotnya itu. Dia mengatakan kepada Thiago Silva agar mewujudkan kepindahannya ke Stamford Bridge.


Di Chelsea, Thiago Silva dikontrak selama setahun dengan opsi perpanjangan setahun lagi. Bos-bos Chelsea, termasuk pemilik klub Roman Abramovich, sama-sama sepakat dengan perekrutan mantan pemain AC Milan itu.


Namun, PSG kabarnya telah mengusahakan langkah terakhir untuk menahan Thiago Silva lebih lama. Namun, si pemain sudah memantapkan pilihannya untuk hengkang setelah delapan tahun.


Masih menurut Telegraph, si sumber mengatakan bahwa Thiago Silva akan memainkan peran sebagai asisten manajer tidak resmi di atas lapangan. Thiago Silva juga akan bekerja secara dekat dengan staf pelatih Frank Lampard.


"Dengan Thiago Silva, kami mencari seorang pemain yang saya kenal dengan sangat baik," ungkap Lampard. "Dia membawa banyak pengalaman untuk kami, dia masih bermain di level yang sangat tinggi seperti yang kita saksikan di final Liga Champions dan pertandingan-pertandingan terakhir menuju final."


"Jadi saya harapkan dia datang dan membawa hal itu, membawa pengalaman dia, kepemimpinan dan kualitas dia. Ini akan sangat penting untuk kami," lanjut manajer Chelsea itu tentang Thiago Silva.







4 Hal Penting yang Urung Terjadi di Final Liga Champions: Sabar ya, Neymar!


ElangQQ - Neymar punya ambisi besar untuk bisa sejajar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo jika membawa PSG juara Liga Champions. Namun, aksi tersebut gagal terwujud usai PSG kalah pada laga final dari Bayern Munchen.

Pada laga final Liga Champions yang digelar Senin (24/8/2020) dini hari WIB di Lisbon, Bayern Munchen menang tipis 1-0 atas PSG.

Kingsley Coman menjadi pembeda pada pertandingan final Liga Champions tersebut. Sundulannya yang berujung gol adalah satu-satunya gol yang tersaji.

Kylian Mbappe memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol penyama kedudukan, tapi Bayern Munchen mampu menjaga keunggulan 1-0 hingga usai.

Agaknya, kemenangan tipis Bayern Munchen sangat disayangkan mengingat besarnya harapan pencinta sepak bola Eropa akan lesakkan gol-gol pada laga itu.

Lantas, apa saja hal-hal yang tak terjadi pada final Liga Champions antara PSG vs Bayern Munchen?

Minim Gol

Bayern Munchen melangkah ke partai puncak dengan rentetan kemengan besar. Tottenham Hotspur dibantai 7-2, lalu Barcelona 8-2, dan terakhir Lyon 3-0.

Laga melawan PSG pada final Liga Champions 2019/2020, bisa jadi merupakan antiklimaks, dan jika tidak berlebihan, adalah partai paling membosankan.

Entah karena bermain terlalu berhati-hati atau satu hal lain, dua striker yang digadang-gadang bakal menceploskan gol justru urung unjuk kebolehan.

Baik Robert Lewandowski dan Kylian Mbappe gagal mencetak gol pada laga tersebut. Alih-alih bisa terhibur oleh sajian gol-gol, pertandingan malah berakhir dengan satu gol saja.

Menang, Sih, tapi Rekor-Rekor Ini Belum Pecah

Berharap Bayern Munchen mencetak lebih dari empat gol guna melewati rekor Barcelona bukanlah sesuatu yang mustahil. Blaugrana memegang rekor gol dalam satu musim kompetisi dengan torehan 45 gol.

Satu gol yang dicetak Bayern Munchen pada final Liga Champions 2019/2020 hanya membuat mereka total memgoleksi 42 gol 'saja'.

Robert Lewandowski yang butuh tiga gol lagi untuk melewati rekor Cristiano Ronaldo (17 gol) juga gagal. Namun, striker Polandia itu tetap menjadi top skorer dengan 15 gol.

Hal ini bisa dimaklumi. Sebab, sejak fase perempat final, laga yang sedianya digelar dua leg harus dipangkas menjadi satu leg saja. Mungkin, Bayern Munchen dan Robert Lewandowski bisa memecahkan rekor-rekor tersebut.

Neymar dan Mbappe Vs Bayern Munchen

Faktanya, harga Mbappe dan Neymar ditotal masih lebih mahal ketimbang 11 pemain Bayern Munchen pada final Liga Champions tersebut.

Namun, itu saja tak cukup buat PSG membawa pulang gelar Liga Champions ke Paris. Ini membuktikan bahwa kolektivitas sebuah tim lebih besar ketimbang daripada faktor non teknis seperti demikian.

Maybe Next Time, PSG!

PSG melenggang ke final Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaannya. Sayang, kejutan untuk langsung keluar sebagai juara urung terlaksana.

Ya, PSG punya motivasi kuat untuk menggondol trofi Si Kuping Besar ke Paris. Sebab, kuping mereka sudah panas mendengar cibiran bahwa mereka hanya jago kandang alias jawara di Ligue 1 saja.

Namun, dengan konsistensi, bukan tidak mungkin, klub kaya raya Liga Prancis itu bisa mewujudkan ambisi tersebut pada musim berikutnya. Nice try PSG!



Hubungan Neymar dengan PSG: Transaksi untuk Prestasi




















Kesulitan Neymar beberapa tahun terakhir mulai memancing komentar beberapa legenda Brasil. Kali ini ada Juninho Pernambuncano, yang meminta Neymar segera introspeksi diri demi kariernya sendiri.

Karier Neymar tiga tahun terakhir memang bisa dikatakan merosot, tepatnya sejak dia meninggalkan Barcelona. Kala itu, tepatnya pada tahun 2017, PSG mendatangkan Neymar dari Barca dengan memecahkan rekor transfer dunia.

Saga transfer Neymar ini pun masih sangat populer sampai sekarang. Transfer inilah yang mengubah ekosistem bursa transfer sampai sekarang, di mana harga pemain melambung berkali-kali lipat.

Hanya demi uang

Menurut Juninho pribadi, keputusan meninggalkan Barca untuk PSG adalah kesalahan fatal. Saat itu Neymar termakan rayuan PSG yang datang membawa setumpuk uang.

Tentu, bagi Neymar yang saat itu masih 25 tahun, sulit menolak tawaran PSG yang memang menggoda.

"Di Brasil, kami diajari hanya untuk memedulikan soal uang, tapi di Eropa mentalitasnya berbeda," ujar Juninho kepada The Guardian.

"Secara tidak sadar, saya pernah merancang karier karena saya ingin pergi ke klub besar lainnya, dan itu tidak hanya untuk bermain. Saya diajari untuk memilih klub yang membayar lebih banyak. Begitulah cara Brasil."

Neymar korban kultur

Karena itulah, melihat situasi Neymar sekarang, Juninho pun sedikit merasa kasian. Dia tahu Neymar juga ketularan kultur uang tersebut, yang secara tak sadar membuatnya meninggalkan klub sebesar Barcelona.

"Lihat saja Neymar. Dia pindah ke PSG hanya karena uang. PSG memberikan segalanya untuk dia, apa pun yang dia inginkan, dan sekarang dia sudah mau pergi sebelum akhir kontraknya," sambung Juninho.

"Namun, sekarang waktunya dia memberikan sesuatu, menunjukkan rasa hormat. Ini hanyalah pertukaran, Anda tahu itu."

"Neymar harus memberikan segalanya di lapangan, menunjukkan dedikasi total, tanggung jawab, dan kepemimpinan," tutupnya.

Lupakan Messi-Ronaldo, Inilah 5 Penyerang Termahal di Dunia Saat Ini


ElangQQ - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih menyandang status dua pemain terbaik di dunia. Namun, sepertinya ujung karier keduanya mulai terlihat.

Messi dan Ronaldo sudah bersaing ketat belasan tahun terakhir, persaingan seperti ini tidak akan terulang. Namun, sudah waktunya generasi baru untuk mengisi takhta pesepak bola terbaik dunia itu.

Mengutip Sportskeeda, umumnya pemain-pemain yang bisa menyandang status terbaik di dunia adalah seorang penyerang. Alasannya sederhana, sepak bola adalah soal gol demi gol.

Untuk itu, mengolah data Transfermarkt, Sportskeeda merangkum profil lima penyerang termahal di dunia saat ini berdasarkan nilai pasar mereka.

Ada banyak aspek yang berpengaruh pada penentuan nilai pasar, salah satunya usia.

Peringkat 3 bersama: Mohamed Salah (Liverpool) - 120 juta euro

Salah satu nama yang paling dikenal di dunia sepak bola saat ini, Mohamed Salah menjelma jadi mesin pencetak gol di bawah bimbingan Jurgen Klopp di Liverpool.

Keterampilan terbaik Salah adalah kecepatan dan kelihaian kaki kirinya. Perkembangannya pun terlihat jelas, sekarang Salah memiliki kualitas finishing mumpuni.

Terbukti, Salah berhasil meraih penghargaan Golden Boot Premier League dalam dua musim terakhir. Musim ini pun dia sudah mencetak 20 gol dan sedang mengincar penghargaan yang ketiga.

Peringkat 3 bersama: Sadio Mane (Liverpool) - 120 juta euro

Mungkin merupakan pemain terbaik Liverpool musim ini. Peran Sadio Mane mungkin tidak terlalu diperhatikan seperti Salah, tapi dia jelas pemain favorit Klopp.

Mane bisa mencetak gol dan mengubah arah pertandingan dalam sekejap. Dia punya kecepatan dan kemampuan finishing yang mengubah Liverpool jadi salah satu tim super Eropa dua musim terakhir.

Musim ini Mane sudah mencetak 14 gol, mendekati rekor golnya musim lalu. Dia terus dihubungkan dengan Real Madrid, wajar jikai nilai pasarnya sangat tinggi.

Peringkat 2 bersama: Raheem Sterling (Manchester City) - 128 juta euro

Salah satu bakat terbaik Timnas Inggris, Rhaeem Sterling berkembang jadi pesepak bola kelas dunia di bawah bimbingan Joosep Guardiola. Sama seperti Salah dan Mane, kemampupan terbaik Sterling ada pada kecepatannya.

Meski masih berusia 25 tahun, dia sudah melewati lebih dari 250 penampilan untuk Man City dan Liverpool. Jelas Sterling sudah kenyang pengalaman bermain di level tinggi.

Yang luar biasa dari Sterling adalah kemampuan dan kemauannya untuk terus berkembang. Dia yang sekarang dengan dia yang tahun lalu sudah berbeda, bayangkan apa yang terjadi dua-tiga tahun lagi.

Peringkat 2 bersama : Neymar (PSG) - 128 juta euro

Pemain termahal di dunia, Neymar sudah lama diharapkan jadi penerus jejak Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Meski belum benar-benar memenuhi ekspektasi, bakatnya masih luar biasa.

Meski hanya tampil 15 kali di Ligue 1 musim ini, Neymar bisa membukukan 13 gol dan 6 assists. Itu adalah bukti kemampuan Neymar yang terhalang kontroversi.

Selain itu, salah satu penyebab harga Neymar sangat tinggi adalah karena dia masih masuk daftar incaran Barcelona. Kepulangannya ke Camp Nou jelas tidak akan murah.

Peringkat 1: Kylian Mbappe (PSG) - 180 juta euro

Ya, nama yang layak ada di peringkat pertama. Kylian Mbappe adalah calon megabintng masa depan. Dia punya segalanya untuk jadi pemain nomor satu di dunia.

Di usia 21 tahun, Mbappe sudah mengoleksi 4 trofi Ligue 1, dua piala domestik, dan trofi Piala Dunia. Dia adalah pemain termuda kedua setelah Pele yang bisa mencetak gol di final Piala Dunia.

Musim ini saja Mbappe sudah mencetak 30 gol hanya dalam 33 penampilan untuk PSG di semua kompetisi. Reputasinya sebagai salah satu striker terbaik dunia sulit dibantah.

Yang perlu dilakukan Mbappe hanyalah pindah ke klub besar yang sebenarnya dan meraih trofi demi trofi.

Messi dan Ronaldo?

Lima nama di atas memang hebat, tapi apakah mereka sudah melampaui Messi-Ronaldo?

Mungkin belum. Namun, Sportskeeda melakukan analisis berdasarkan nilai pasar. Umumnya semakin tua pemain maka semakin turun nilai pasarnya.

Menurut Transfermarkt, nilai pasar Messi dan Ronaldo masing-masing ada di angka 112 juta euro dan 60 juta euro.

Ingin ke Manchester United, Striker Barcelona Ini Minta Saran Anthony Martial

Salah satu pemain Barcelona dikabarkan bermninat untuk bergabung dengan Manchester United musim depan. Langkah pertamanya adalah mencari tahu informasi soal klub itu dari kompatriotnya, Anthony Martial.

Pemain yang dimaksud adalah Ousmane Dembele. Seperti yang diketahui, Dembele sedang menjalani masa-masa sulit di Barcelona dengan serangkaian cedera serta persaingan yang berat.

Saat ini, pemain asal Prancis tersebut sedang menjalani perawatan cedera yang diprediksi baru akan sembuh pada beberapa bulan mendatang. Cederanya itu membuat klub harus melakukan pembelian pemain anyar di luar bursa transfer.

Dan sekarang, stok lini depan Barcelona jadi berlimpah. Beberapa nama dikabarkan akan dijual karena Barcelona masih berambisi memulangkan Neymar dari PSG. Dan salah satu pemain tersebut adalah Dembele.

Dembele Bertanya ke Martial

Meskipun terbilang cukup ringkih, namun Dembele masih mendapatkan perhatian dari klub-klub besar. Kabar dari Sport mengemukakan bahwa Arsenal dan Manchester United merupakan dua klub yang meminatinya.

Dembele sendiri nampaknya lebih condong ke Old Trafford ketimbang Emirates Stadium. Sebab ada rekan senegaranya di sana yang juga kerap membela Timnas Prancis, Anthony Martial.

Dilaporkan bahwa mantan penyerang Borussia Dortmund itu sudah mencari tahu perihal kepindahan ke United dari Martial. Namun tidak diketahui secara pasti apa isi dari perbincangan keduanya.

Masih Memprioritaskan Jadon Sancho

Belakangan ini Manchester United memang dikabarkan sedang mencari penyerang baru untuk musim depan. Tapi katanya, mereka menjadikan Jadon Sancho sebagai nama prioritasnya.

Pemain jebolan akademi Manchester City itu tengah bermain apik bersama Dortmund musim ini. Sampai saat ini, ia sudah membukukan total 17 gol dan 19 assist dari 35 penampilannya di semua kompetisi.

Namun Manchester United nampaknya akan kesulitan untuk merekrut penyerang berusia 19 tahun itu, berhubung ada Real Madrid dan Liverpool yang mengincarnya. Sehingga, opsi membeli Dembele jadi terlihat realistis saat ini.


Antara Neymar, Lautaro Martinez, dan Griezmann, Siapa yang Masuk atau Keluar dari Barcelona?


Barcelona dihadapkan pada pilihan yang sulit di lini depan. Neymar atau Lautaro Martinez yang bakal dibeli? Lalu, apakah Antoine Griezmann harus dilepas usai gagal bersinar di musim pertama?

Barcelona punya dua masalah krusial pada musim 2019/2020. Lini belakang nampak rapuh karena tidak ada pemain yang bisa menjadi duet ideal bagi Gerard Pique. Samuel Umtiti dan Clement Lenglet tidak tampil konsisten.

Tidak kalah pelik adalah masalah di lini depan. Ketika Luis Suarez cedera, juga Ousmane Dembele, Barcelona pun kelimpungan. Beruntung klub asal Catalan masih punya Lionel Messi.

Apa pun masalahnya, Lionel Messi-lah solusinya. Namun, Barcelona tidak selamanya bisa bergantung pada La Pulga. Sejumlah rencana disusun, mulai dari memulangkan Neymar atau membeli Lautaro Martinez.

Sulit Dapatkan Neymar dan Lautaro Martinez

Barcelona telah mencoba memulangkan Neymar pada awal musim 2019/2020 lalu. Hasilnya: gagal total. PSG meminta tebusan yang terlalu mahal bagi klub. Situasi sulit juga diprediksi terjadi pada transfer Lautaro Martinez.

"Agennya mengatakan bahwa tidak ada tawaran nyata," ucap jurnalis Sky Sports, Kaveh Solhekol.

"Barcelona membutuhkan pengganti jangka panjang untuk Luis Suarez dan Martinez adalah opsi, tetapi Inter tidak perlu menjual karena ia memiliki tiga tahun tersisa di kontraknya," tambahnya.

Kaveh Solhekol yakin Inter Milan tidak akan melepas pemain asal Argentina. Lautaro baru berusia 22 tahun dan sedang tampil bagus. Mantan pemain Racing Club juga punya klausul pelepasan senilai 110 juta euro.

"Tidak mungkin Antonio Conte membiarkan klubnya menjual pemain terbaiknya," kata Kaveh Solhekol.

Barcelona Lepas Antoine Griezmann?

Antoine Griezmann dibeli dengan harga 120 juta euro dari Atletico Madrid pada awal musim 2019/2020. Akan tetapi, pemain asal Prancis belum menunjukkan performa terbaik. Lalu, apakah Barcelona akan melepasnya ke klub lain?

"Soal Antoine Griezmann, adil untuk mengatakan dia tidak membuat dampak sesuai yang diinginkan sejak kepindahannya yang kontroversial," ucap Kaveh Solhekol.

"Saya tidak melihat dia pergi musim panas ini. Sangat sedikit klub yang mampu membelinya dan saya tidak berpikir kita akan melihat terlalu banyak superstar beralih klub tahun ini. Dia berusia 29 tahun dan masih ingin membuktikan dirinya di Barcelona," kata Kaveh Solhekol.

3 Pemain Impian Xavi Andai Melatih Barcelona: Jadon Sancho, Neymar dan Serge Gnabry


Legenda Barcelona, Xavi Hernandez, punya tiga pemain impian yang bisa menambah kekuatan Los Cules di masa depan. Tiga pemain pilihan Xavi adalah Jadon Sancho, Serge Gnabry, dan Neymar.

Xavi merupakan pemain penting dalam sejarah Barcelona. Dia merupakan produk akademi klub dan bermain sangat lama di tim senior. Xavi sempat bermain di Qatar sebelum pensiun sebagai pemain sepak bola.

Saat ini, Xavi tengah memulai karir sebagai pelatih. Mantan kapten timnas Spanyol tersebut melatih klub Qatar Stars League Al Sadd. Klub ini pula yang menjadi tempat Xavi pensiun sebagai pemain sepak bola.

Xavi sendiri pernah membuat pengakuan bahwa dia ingin melatih Barcelona di masa depan. Bahkan, Xavi sempat disebut masuk dalam kandidat pengganti Ernesto Valverde. Tetapi, Quique Setien yang terpilih.

Barcelona Diminta Datangkan Serge Gnabry dan Xavi

Xavi menilai Barcelona punya kekuatan di lini tengah. Ada banyak pemain dengan kualitas mumpuni di sektor tersebut. Barcelona punya Frenkie de Jong dan Arthur yang bisa menjadi pilar masa depan. Lalu, ada Sergio Busquets dengan pengalamannya.

Lini tengah dianggap Xavi sebagai titik kuat Barcelona. Akan tetapi, klub asal Kalatan dianggap butuh tambahan kualitas pemain di sisi winger. Beberapa nama disebut Xavi bakal cocok untuk Barcelona.

""Barcelona memiliki pemain-pemain bagus di lini tengah tetapi mereka kekurangan pemain sayap seperti yang dimiliki Bayern Munchen. Mereka tidak membutuhkan banyak pemain baru: Jadon Sancho, Serge Gnabry," ucap Xavi dikutip dari Sky Sport.

Neymar, Kontroversi tetapi Dibutuhkan Barcelona

Selain kedua pemain, Xavi menilai ada satu pemain lain yang bakal cocok dengan Barcelona. Walau ada potensi tindakan kontroversial di luar lapangan, Neymar dianggap punya kualitas mumpuni dan sangat dibutuhkan Barcelona.

"Saya akan membawa pemain sayap. Pemain seperti Neymar. Saya tidak tahu apakah dia akan cocok karena aspek sosial, dalam arti sepak bola saya tidak ragu dia akan menjadi pemain yang spektakuler," kata Xavi.

Barcelona sempat dikabarkan menawat Neymar pada awal musim 2019/2020, sesuai dengan permintaan Lionel Messi. Akan tetapi, tawaran Barcelona terlalu rendah dan PSG menolaknya dengan tegas. Neymar pun urung kembali ke Camp Nou.

ElangQQ - Pusat Poker Domino Online