5 Pelajaran dari Laga Liverpool vs Leeds United: The Reds Wajib Beli Pemain Baru!


ElangQQ - Berstatus jawara bertahan, Liverpool sudah harus dibuat kelabakan dalam laga pekan pertama Premier League 2020/21 melawan tim promosi, Leeds United, Sabtu (12/9/2020).

Kejar-mengejar gol terjadi pada laga ini. Mohamed Salah menjadi bintang kemenangan Liverpool dengan mencetak hat-trick alias tiga gol, sedangkan satu gol lainnya diciptakan oleh Virgil van Dijk.

Sementara itu, Leeds menunjukkan perlawanan ketat dengan tiga kali menyamakan skor, masing-masing lewat aksi Jack Harrison, Patrick Bamford, dan Mateusz Klich.

The Winning Team Sudah Tidak Superior Lagi

Menghadapi Leeds, Jurgen Klopp menurunkan skuad terbaik sama seperti skuad yang membawa timnya menjadi jawara Premier League musim lalu.

Apabila ada perubahan pun itu hanya terjadi di lini belakang dan tengah serta masalah preferensi Klopp saja. Selebihnya, tak ada perubahan sama sekali di skuad The Reds.

Pepatah pertahankan the winning team bisa jadi masih berlaku, tetapi jika kita melihat Liverpool, maka skuad terbaik mereka kini bisa dibilang sudah tak superior seperti musim lalu dan musim sebelumnya.

Pertahanan Bobrok

Sekali lagi, pertahanan Liverpool tampil di bawah standar. Virgil van Dijk bahkan melakukan blunder yang berujung terjadinya gol kedua Leeds.

Dalam laga ini, bukan hanya Van Dijk saja yang tidak dalam puncak performanya. Bek kanan Trent Alexander-Arnold pun beberapa kali kerepotan menghadapi akselerasi Jack Harrison di sisi kiri.

Jika diperhatikan, buruknya permainan lini belakang Liverpool ini sudah terjadi semenjak sesaat sebelum kompetisi dihentikan akibat lockdown.

Sadio Mane dan Roberto Firmino Tidak Berkembang

Terlepas dari moncernya performa Mohamed Salah, Klopp jelas dibuat pusing dengan penampilan dua andalan di lini depan lainnya, yakni Sadio Mane dan Roberto Firmino.

Mane dan Firmino berulang kali kesulitan membongkar pertahanan Leeds. Tak hanya itu, keduanya juga beberapa kali tak mampu menuntaskan peluang matang yang didapat.

Kebetulan di posisi ini, Klopp sedang tak memiiliki alternatif memadai dengan cedera yang dialami Xherdan Shaqiri dan Divock Origi.

Butuh Pemain Baru

Secara keseluruhan, jelas terlihat bahwa masalah yang dialami Liverpool adalah kurangnya kreativitas seperti yang sudah mereka tunjukkan dua musim terakhir.

Solusi paling memungkinkan yang bisa diambil Klopp tentu adalah dengan menggaet pemain baru, terutama di sektor tengah dan belakang.

Thiago Alcantara yang menjadi incaran utama Liverpool bisa jadi merupakan solusi yang dinantikan. Plus, satu bek tengah tambahan bakal membuat Klopp tidak sepusing saat ini.

Daya Kejut Leeds

Sudah banyak pihak yang meramalkan bahwa Leeds asuhan Marcelo Bielsa akan menjadi tim yang berpotensi besar menghadirkan kejutan pada musim ini.

Sejak lama, Bielsa memang dikenal sebagai pelatih yang ingin timnya tampil super ofensif, siapa pun lawannya. Hal ini pun terbukti di Anfield.

Jelas bahwa Leeds akan menjadi kambing hitam di Premier League musim ini, dan tim-tim besar lain wajib untuk tidak meremehkan sang tim promosi.

Sadio Mane, Contoh Besar dari Kemajuan Liverpool




















Manajer Liverpool Jurgen Klopp menyebut Sadio Mane sebagai contoh yang sempurna atas kemajuan dan langkah besar yang telah dialami The Reds.

Mane direkrut oleh Liverpool dari Southampton pada tahun 2016 lalu. Ia diboyong dengan bandrol sekitar 34 juta pounds.

Pemain asal Senegal itu langsung menjadi andalan Liverpool di lini serang. Dan hebatnya, tiap musim performanya selalu mengalami peningkatan.

Mane akhirnya selalu konsisten menyumbangkan setidaknya 20 gol bagi Liverpool dalam tiga musim terakhir. Ia bahkan sempat menjadi top skor Premier League musim lalu.

Mane juga berperan besar dalam kesuksesan Liverpool memenangi empat gelar juara dalam dua musim terakhir. Musim ini ia masih berpeluang untuk bisa mengakhir musim sebagai top skor lagi.

Konsisten

Sementara itu, sejak ditangani oleh Jurgen Klopp pada akhir tahun 2015, Liverpool juga terus berkembang. Pada akhirnya dalam dua musim terakhir, hasil polesan Klopp terlihat mulai menuai hasil yang sangat memuaskan.

Liverpool kini juga mampu tampil dalam level tertinggi secara konsisten. Menurut Klopp, Sadio Mane adalah contoh seberapa besar timnya telah berkembang sejauh ini.

“Dalam tiga tahun terakhir, tim ini telah membuat kemajuan dan langkah besar. Itu hanya berhasil karena kami membuat langkah besar. Sadio adalah contoh besar dari itu," ujarnya seperti dilansir Mirror.

“Saya ingat kami mengambil pemain berbakat ini dari Southampton, tetapi ia kurang konsisten," kenang Klopp.

“Sekarang, level yang ia tampilkan konsisten - secara ofensif, defensif. Saya bisa menulis buku yang sama tentang semua pemain," ujarnya.

Kelas Dunia

Jurgen Klopp mengatakan sangat senang melihat perkembangan Sadio Mane. Ia pun bersyukur bisa memiliki servis pemain berusia 28 tahun tersebut.

“Ia datang sebagai anak muda dan berkembang di sini. Kami beruntung berada di sekitar pada saat seperti ini," ujarnya.

“Sadio adalah contoh yang baik untuk peningkatan bagi seluruh skuat - dari pemain yang sangat bagus hingga pemain kelas dunia. Sangat menyenangkan memilikinya di sini," seru Klopp.

Sadio Mane sejauh ini telah bermain sebanyak 165 kali bagi Liverpool di semua ajang kompetisi. Ia menyumbangkan 79 gol dan 34 assist.

Lupakan Messi-Ronaldo, Inilah 5 Penyerang Termahal di Dunia Saat Ini


ElangQQ - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih menyandang status dua pemain terbaik di dunia. Namun, sepertinya ujung karier keduanya mulai terlihat.

Messi dan Ronaldo sudah bersaing ketat belasan tahun terakhir, persaingan seperti ini tidak akan terulang. Namun, sudah waktunya generasi baru untuk mengisi takhta pesepak bola terbaik dunia itu.

Mengutip Sportskeeda, umumnya pemain-pemain yang bisa menyandang status terbaik di dunia adalah seorang penyerang. Alasannya sederhana, sepak bola adalah soal gol demi gol.

Untuk itu, mengolah data Transfermarkt, Sportskeeda merangkum profil lima penyerang termahal di dunia saat ini berdasarkan nilai pasar mereka.

Ada banyak aspek yang berpengaruh pada penentuan nilai pasar, salah satunya usia.

Peringkat 3 bersama: Mohamed Salah (Liverpool) - 120 juta euro

Salah satu nama yang paling dikenal di dunia sepak bola saat ini, Mohamed Salah menjelma jadi mesin pencetak gol di bawah bimbingan Jurgen Klopp di Liverpool.

Keterampilan terbaik Salah adalah kecepatan dan kelihaian kaki kirinya. Perkembangannya pun terlihat jelas, sekarang Salah memiliki kualitas finishing mumpuni.

Terbukti, Salah berhasil meraih penghargaan Golden Boot Premier League dalam dua musim terakhir. Musim ini pun dia sudah mencetak 20 gol dan sedang mengincar penghargaan yang ketiga.

Peringkat 3 bersama: Sadio Mane (Liverpool) - 120 juta euro

Mungkin merupakan pemain terbaik Liverpool musim ini. Peran Sadio Mane mungkin tidak terlalu diperhatikan seperti Salah, tapi dia jelas pemain favorit Klopp.

Mane bisa mencetak gol dan mengubah arah pertandingan dalam sekejap. Dia punya kecepatan dan kemampuan finishing yang mengubah Liverpool jadi salah satu tim super Eropa dua musim terakhir.

Musim ini Mane sudah mencetak 14 gol, mendekati rekor golnya musim lalu. Dia terus dihubungkan dengan Real Madrid, wajar jikai nilai pasarnya sangat tinggi.

Peringkat 2 bersama: Raheem Sterling (Manchester City) - 128 juta euro

Salah satu bakat terbaik Timnas Inggris, Rhaeem Sterling berkembang jadi pesepak bola kelas dunia di bawah bimbingan Joosep Guardiola. Sama seperti Salah dan Mane, kemampupan terbaik Sterling ada pada kecepatannya.

Meski masih berusia 25 tahun, dia sudah melewati lebih dari 250 penampilan untuk Man City dan Liverpool. Jelas Sterling sudah kenyang pengalaman bermain di level tinggi.

Yang luar biasa dari Sterling adalah kemampuan dan kemauannya untuk terus berkembang. Dia yang sekarang dengan dia yang tahun lalu sudah berbeda, bayangkan apa yang terjadi dua-tiga tahun lagi.

Peringkat 2 bersama : Neymar (PSG) - 128 juta euro

Pemain termahal di dunia, Neymar sudah lama diharapkan jadi penerus jejak Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Meski belum benar-benar memenuhi ekspektasi, bakatnya masih luar biasa.

Meski hanya tampil 15 kali di Ligue 1 musim ini, Neymar bisa membukukan 13 gol dan 6 assists. Itu adalah bukti kemampuan Neymar yang terhalang kontroversi.

Selain itu, salah satu penyebab harga Neymar sangat tinggi adalah karena dia masih masuk daftar incaran Barcelona. Kepulangannya ke Camp Nou jelas tidak akan murah.

Peringkat 1: Kylian Mbappe (PSG) - 180 juta euro

Ya, nama yang layak ada di peringkat pertama. Kylian Mbappe adalah calon megabintng masa depan. Dia punya segalanya untuk jadi pemain nomor satu di dunia.

Di usia 21 tahun, Mbappe sudah mengoleksi 4 trofi Ligue 1, dua piala domestik, dan trofi Piala Dunia. Dia adalah pemain termuda kedua setelah Pele yang bisa mencetak gol di final Piala Dunia.

Musim ini saja Mbappe sudah mencetak 30 gol hanya dalam 33 penampilan untuk PSG di semua kompetisi. Reputasinya sebagai salah satu striker terbaik dunia sulit dibantah.

Yang perlu dilakukan Mbappe hanyalah pindah ke klub besar yang sebenarnya dan meraih trofi demi trofi.

Messi dan Ronaldo?

Lima nama di atas memang hebat, tapi apakah mereka sudah melampaui Messi-Ronaldo?

Mungkin belum. Namun, Sportskeeda melakukan analisis berdasarkan nilai pasar. Umumnya semakin tua pemain maka semakin turun nilai pasarnya.

Menurut Transfermarkt, nilai pasar Messi dan Ronaldo masing-masing ada di angka 112 juta euro dan 60 juta euro.

Selama Ada Tawaran yang Tepat, Mo Salah dan Sadio Mane Bisa Tinggalkan Liverpool


Menjadi andalan tidak membuat masa depan Mohamed Salah dan Sadio Mane di Liverpool terjamin. Kata sang legenda, John Barnes, keduanya mungkin saja angkat kaki dari Anfield jika tawaran yang tepat mampir ke hadapan manajemen.

Tidak bisa dimungkiri kalau Mo Salah dan Mane merupakan tonggak keberhasilan Liverpool pada musim ini. Keduanya merupakan pemain yang paling produktif dalam urusan menjebol gawang lawannya.

Lihat saja torehan gol keduanya. Mo Salah sudah mencetak 16 gol dari 26 laga Premier League, sedangkan Mane 14 gol. Itu artinya, hampir 50 persen dari gol Liverpool musim ini dibukukan oleh keduanya.

Karena torehan itu juga, Mo Salah dan Mane jadi sering dikaitkan dengan klub raksasa Eropa lainnya. Dan kabarnya, keduanya sedang menjadi incaran tim asal Spanyol yaitu Real Madrid dan juga Barcelona.

Setiap Klub adalah Penjual

Menarik sedikit ke tahun 2017, kala itu Barcelona harus merelakan kepindahan Neymar ke PSG. Sebagai gantinya, tim berjuluk Blaugarana tersebut mendapatkan dana sebesar 222 juta euro.

Berkaca dari kasus ini, Barnes pun jadi meragukan masa depan Mo Salah dan Sadio Mane di Anfield. Menurutnya klub akan membiarkan pemain pergi jika ada tawaran menggiurkan meski mereka adalah sosok yang tak tergantikan.

"Setiap klub adalah penjual di sepak bola modern ini. Sebuah klub seperti Barcelona pernah terpaksa untuk menjual Neymar," ujarnya kepada WION.

"Yang membuat pesepakbola tertarik di zaman sekarang ialah gaji. Siapapun pemainnya, apakah itu Sadio Mane ataupun Mo Salah, jika salah satunya ditawari jutaan pounds per pekan oleh klub manapun, maka mereka akan bergabung dengan tim itu terlepas dari kualitas atau posisi mereka, begitulah realita sepak bola modern," lanjutnya.

Dukung Klub, Bukan Pemainnya

Liverpool memiliki segudang pengalaman soal ini. Mereka terpaksa melepas sejumlah pemain penting - seperti Luis Suarez, Philippe Coutinho, dan Fernando Torres - yang tergiur akan tawaran dari klub lain.

"Baguslah kalau Liverpool sudah memiliki kekuatan saat ini karena kesuksesan di atas lapangan, tapi pada akhirnya pemain akan datang dan pergi," tambahnya.

"Saya selalu mengatakan kepada fans untuk mendukung klub dan bukan pemain. Seorang pemain tidak boleh dipaksa untuk bertahan di klub atas kehendakna sendiri, sebab itu akan membuat pemain merasa lebih kuat dari klub dan membuatnya jadi kurang bertanggung jawab di lapangan."

"Kabar baiknya adalah saya bisa menjamin bahwa situasi seperti itu takkan muncul di bawah asuhan Klopp karena kontrol yang ia miliki terhadap pemain dan klub. Pemain tahu mereka tidak bisa melangkahi tanggung jawabnya selama dia memegang kekuasaan," pungkasnya.

Real Madrid Tawar Sadio Mane Rp2,5 Triliun, Bagaimana Liverpool?


Raksasa La Liga, Real Madrid dikabarkan siap melayangkan tawaran menggiurkan kepada Liverpool untuk memboyong Sadio Mane pada musim panas nanti.

Mane tampil impresif bersama Liverpool. Musim lalu ia mengantar timnya meraih gelar juara Liga Champions dan menyabe gelar top skorer Premier League.

Mane meneruskan performa apiknya pada musim ini. Penampilan luar biasa Mane akhirnya mendapat ganjaran penghargaan pemain terbaik Afrika.

Ketertarikan Real Madrid

Real Madrid diyakini sangat kepincut dengan Mane. Kubu Los Blancos pun kabarnya bersedia menggelontorkan dana besar demi mewujudkan ambisinya tersebut.

Kini seperti dilansir France Football, Real Madrid kabarnya akan melayangkan tawaran senilai 150 juta euro atau setara dengan kurang lebih Rp2,5 triliun terhadap Liverpool.

Sadio Mane sendiri kabarnya tak menutup pintu untuk pindah dari Liverpool jika memang ada pinangan yang datang dari Real Madrid padanya.

Tak Mau Terlalu Lama di Liverpool

Baru-baru ini, rekan setim Mane di tim nasional Senegal, Keita Balde menyebut bahwa Mane tak mau berlama-lama Liverpool dan ingin pindah ke Real Madrid.

"Saya rasa dia [Mane] tidak ingin berada di sana selamanya. Ia adalah anak yang cerdas dan ia tahu apa yang baik baginya dan apa yang harus ia lakukan. Tapi di Madrid, mereka memiliki banyak pemain hebat," tutur Balde.

Di Barcelona Ada Lionel Messi, Sadio Mane Diminta Bertahan di Liverpool




















Sadio Mane diminta mempertimbangkan pilihannya dengan matang andai benar-benar tertarik meninggalkan Liverpool suatu hari nanti. Mane bisa jadi menghadapi masalah yang lebih besar jika bergabung dengan klub sekelas Real Madrid atau Barcelona.

Mane pernah mengaku bermimpi meraih Ballon d'Or suatu hari nanti. Penghargaan paling bergengsi di level individu itu sulit didapatkan, terbukti hanya pemain Barcelona dan Real Madrid yang bisa meraih Ballon d'Or dalam satu dekade terakhir.

Sebab itu, bisa jadi Mane merasa perlu hengkang ke salah satu dari dua klub besar itu jika ingin mewujudkan mimpinya. Langkah seperti ini memang umum diambil sederet pemain top, sebut saja Cristiano Ronaldo yang meninggalkan MU untuk Los Blancos.

Tidak Akan Memaksa Pergi

Pertama-tama, Aldridge bicara soal karakter Mane. Dia yakin Mane bukanlah pemain egois yang mementingkan diri sendiri. Pindah ke Madrid atau Barca memang menarik, tapi Mane mungkin tidak punya alasan untuk meninggalkan Liverpool.

"Ketika segalanya berjalan dengan baik, Anda hanya perlu menikmatinya, dan saya yakin Mane merasakan itu sekitar 18 bulan terakhir," kata Aldridge di Liverpool Echo.

"Dengan demikian, jika si pemain benar-benar mau pergi, sulit mempertahankan dia di era modern ini, tapi sepertinya Mane bukan pemain seperti itu."

"Setiap kali kami berbicara, dia tampak sangat rendah hati dan tidak terlihat seperti pemain yang akan memaksakan kepindahannya," imbuhnya.

Kesempatan Lebih Besar

Juga, Aldridge yakin kesempatan terbaik Mane meraih Ballon d'Or ada di Liverpool. Andai pindah ke Barcelona, Mane justru akan kesulitan karena harus melampaui Lionel Messi dalam tim yang sama.

"Dan jangan lupa, Andai Mane pindah ke Barcelona, sebagai contoh, dia masih harus melampaui Messi," lanjut Aldridge.

"Mane bisa meraih Ballon d'Or, sebab dia merupakan pemain hebat. Namun, dia punya peluang besar meraihnya bersama Liverpool daripada di tempat lain," pungkasnya.

Demi yang Terbaik, Sadio Mane Diminta Tinggalkan Liverpool untuk Real Madrid atau Barcelona




















Sadio Mane diminta meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Barcelona atau Real Madrid. Jika ingin menyandang status pemain terbaik di dunia, Mane harus bermain dalam tim terbaik di dunia.

Pandangan ini disampaikan oleh Mady Toure, sosok yang berperan dalam perkembangan Mane muda. Menurutnya, Mane punya segalanya untuk jadi pemain terbaik. Potensi Mane terlihat jelas seiring dengan kebangkitan Liverpool beberapa musim terakhir.

Mane telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Dia berperan penting pada keberhasilan MU menjuarai Liga Champions musim lalu dan mampu menjaga level permainan tinggi sampai saat ini.

Permainan apik Mane ini tentu membuatnya dihubungkan dengan raksasa Spanyol, Real Madrid. Tentu, menolak Madrid bukanlah perkara mudah, apalagi jika Barcelona ikut tertarik.

Bisa Jadi Pemain Terbaik

Toure pernah melatih Mane muda beberapa tahun lalu, tentu dia tahu sebesar apa potensi penyerang Senegal itu. Sebab itu, dia yakin Mane bisa jadi pemain terbaik di dunia, dan cara terbaik melakukannya adalah dengan bermain di klub nomor satu.

"Fakta bahwa Sadio telah menjuarai Ballon d'Or Afrika bakal memacu dia untuk meraih yang di Eropa juga. Itulah tujuannya. Sadio selalu berkata pada saya bahwa dia akan jadi salah satu pemain terbaik di dunia," kata Toure kepada The Guardian.

"Dia pernah mengatakan itu pada saya dan sekarang dia sudah termasuk yang terbaik, tapi sudah waktunya meninggalkan Liverpool."

"Ini tahun terakhirnya di sana dan dia harus meninggalkan Liverpool ketika pilihannya adalah bergabung dengan Barcelona atau Real Madrid," imbuhnya.

Jelas Dilirik

Mane boleh jadi tengah menikmati puncak kariernya bersama Liverpool, tapi permainannya masih bisa dikembangkan beberapa level lagi. Ketika tim sekelas Real Madrid melirik, sulit bagi pemain mana pun untuk menolaknya.

Musim ini, Mane telah mengantongi 15 gol dan 11 assists dalam 29 penampilan di semua kompetisi. Dia terikat kontrak di Anfield sampai 2023 mendatang dan mendapatkan gaji 150.000 poundsterling per pekan.

Dia telah mencetak total 74 gol dan 33 assists dalam 152 penampilan bersama Liverpool sejak didatangkan dari Southampton untuk 34 juta pounds pada 2016 lalu.

Tahun 2019 lalu, Mane masuk sebagai salah satu kandidat jagoan pemenang Ballon d'Or, tapi pada akhirnya Lionel Messi masih dianggap yang terbaik.

ElangQQ - Pusat Poker Domino Online